Translate

Saturday, January 12, 2013

Apa yang terjadi dengan Bumi kita? Global Warming


             "Global warming" atau jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia yaitu "Pemanasan Global". Kata ini makin membumi seiring dengan makin meningkatnya suhu bumi. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Selain itu, peristiwa yang diakibatkan oleh gas-gas rumah kaca pada efek rumah kaca (greenhouse effect) ini memiliki dampak yang luar biasa pada bumi seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, perubahan jumlah dan pola presipitasi, terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, punahnya berbagai jenis hewan dan lain sebagainya.
            Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari matahari yang dipancarkan ke bumi.  C, sumber emisi gas rumah kaca terbesar .
            Karbondioksida (C) adalah penyumbang utama gas kaca. Dari masa pra-industri yang sebesar 280 ppm menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Angka ini melebihi angka alamiah dari studi perubahan iklim dari masa lalu (paleoklimatologi), dimana kurang lebih selama 650 ribu tahun peningkatan hanya terjadi dari 180-300 ppm. Terutama dalam dasawarsa terakhir (1995-2005), tercatat peningkatan konsentrasi karbon-dioksida terbesar pertahun (1,9 ppm per tahun), jauh lebih besar dari pengukuran atmosfer pada tahun 1960, (1.4 ppm per tahun), kendati masih terdapat variasi tahun per tahun.
            Seperti yang kita ketahui bersama, peningkatan konsentrasi karbon dioksida ini berasal dari penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 menjadi 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (() dari 270 ppb menjadi 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.
            Berdasarkan data yang dikemukakan di atas terlihat jelas bumi kita sedang menghadapi masalah serius. Semakin tua dan rentanya usia bumi kita tentu semakin tidak kuat menahan terpaan emisi yang kian lama makin menggelembung di permukaan bumi. Iklim yang tidak menentu serta peristiwa luar biasa lainnya mengindikasikan ketidakberesan bumi kita yang jika dibiarkan terus-menerus akan berakibat fatal.
            Entah apa yang terjadi dengan bumi kita selanjutnya jika peristiwa ini terus berlanjut, Oleh karena itu, kita harus mencari solusi meminimalisir emisi gas rumah kaca penyebab global warming. Jika kita berusaha mencermati aktivitas manusia di zaman ini, maka kita melihat bahwa aktivitas manusia semakin meningkatkan pemanasan global. Ironis, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbon dioksida semakin berkurang akibat penebangan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian. Aktivitas manusia ini membuat lepasnya karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. 

No comments: